Cari Blog Ini

Selasa, 04 Februari 2020

Lima Sektor Harapan Ekonomi 2020 di Tengah Kegalauan Global

Hampir seluruh proyeksi ekonomi dari berbagai lembaga ekonomi dunia memberikan gambaran kecemasan dan ketidakpastian global selama 2020. Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang tak kunjung usai menjadi akar ketidakpastian. Efek konflik kedua negara tersebut membuat volume perdagangan dunia menyusut, harga komoditas yang anjlok sehingga pertumbuhan ekonomi global tertekan. Belum usai perang dagang, ketegangan hubungan Amerika-Iran di awal 2020 menambah situasi bertambah genting.
Pelambatan ekonomi akan menghantam semua negara, termasuk Indonesia. 

Perekonomian dalam negeri tahun ini diperkirakan lebih landai dibandingkan 2018 atau 2019.  Meski begitu, masih ada harapan menumbuhkan ekonomi dalam negeri dengan fokus menggenjot pasar domestik. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Kamdani menilai di tengah ancaman ekonomi global terdapat beberapa peluang bisnis dalam negeri, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi digital, hingga ekonomi kreatif. Katadata memotret lima sektor bisnis yang berpeluang menjadi harapan di tengah kelesuan ekonomi

Shinta menilai berbagai insentif dari pemerintah di bidang perpajakan akan membantu sektor usaha menghadapi pelambatan ekonomi. Pemerintah di antaranya telah memberikan fasilitas pembebasan pajak dalam waktu tertentu atau tax holilday dan fasilitas pengurangan pajak atau tax allowance. Hingga November 2019 tax holiday diberikan kepada 44 perusahaan dengan investasi mencapai Rp 519 triliun. Adapun 158 persetujuan fasilitas tax allowance disodorkan kepada 149 wajib pajak dengan penanaman modal mencapai Rp 258,8 triliun.
Selain kedua fasilitas pajak tersebut, pemerintah menyiapkan pengurangan pajak dalam jumlah besar atau super deduction tax. Fasilitas akan dinikmati oleh perusahaan yang mendorong pengembangan riset dan peningkatan kualitas sumber daya manusia

Shinta mewanti-wanti, insentif pajak tersebut tidak cukup apabila tak dibarengi kemudahan perizinan usaha. Pengusaha menunggu realisasi pembenahan perizinan lewat mekanisme Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law di bidang perpajakan dan tenaga kerja. “Insentif dibutuhkan untuk mendorong swasta agar tetap menciptakan lapangan pekerjaan. Yang paling utama pembenahan perpajakan dan ketenagakerjaan,” kata Shinta beberapa waktu lalu.

 Menarik Cuan dari 5 Bali Baru Menjelang penutupan akhir 2019

Pemerintah mengumumkan konsorsium Changi Airports International Pte Ltd, Changi Airports MENA Pte Ltd, dan PT Cardig Aero Service sebagai pemenang tender pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Konsorsium asal Singapura tersebut terpilih untuk mengembangkan bandara dengan kebutuhan investasi Rp 1,23 triliun dan operasional bandara yang diperkirakan Rp 5,7 triliun. Sebagai kompensasi, pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Bandara Komodo kepada konsorsium ini selama 25 tahun. Changi Airports dan Cardig bakal mengubah bandara di Labuan Bajo menjadi berskala internasional. Landasan terbang hendak diperpanjang hingga 2.750 meter dalam dua tahun ke depan. Targetnya, pesawat berukuran menengah dapat mendarat di sana sehingga membuka peluang penerbangan langsung luar negeri dari Tiongkok dan Jepang. 



Labuan Bajo, NTT (Katadata/Agustiyanti) Labuan Bajo merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas. Di luar itu ada Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan Likupang di Sulawesi Utara. 

Pada tahun ini, Presiden Joko Widodo alias Jokowi menggandakan anggaran infrastruktur untuk pengembangan lima destinasi Bali Baru hingga lima kali dibandingkan 2019 menjadi Rp 10,1 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 7,6 triliun dan Kementerian Perhubungan senilai Rp 2,5 triliun. 

Jokowi meningkatkan anggaran infrastruktur karena menilai terdapat masalah akses konektivitas menuju destinasi wisata. Banyak infrastruktur yang perlu dibenahi, baik terminal, bandara -termasuk runway yang kurang panjang- konektivitas jalan menuju tempat wisata, dan dermaga pelabuhan.

“Saya sudah sampaikan pada menteri tahun depan harus diselesaikan. Karena ada peluang besar untuk menarik wisatawan dari mancanegara yang diharapkan menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi dalam Rapat Terbatas beberapa waktu lalu.

Selama ini sektor pariwisata menjadi penyumbang utama devisa negara. Pada 2017, devisa dari pariwisata US$ 15,24 miliar dan tahun berikutnya melonjak ke US$ 19,29 miliar. Pencapaian pada 2018 melebihi dari target US$ 16,1 miliar, di antaranya karena dampak perhelatan Asian Games.

Berdasarkan riset World Economic Forum, indeks daya saing pariwisata Indonesia memang menunjukkan perbaikan, seperti tergambar dalam Databoks berikut: 


Badan Pusat Statistik mencatat dari Januari hingga November 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 14,92 juta orang. Hingga akhir tahun lalu diperkirakan menyentuh 16,3 juta atau sedikit meleset dari target 18 juta.

Melihat perkembangan itu, pemerintah menjadikan pariwisata sebagai salah satu prioritas utama dalam perolehan devisa pada 2020. Targetnya mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara dengan proyeksi perolehan devisa sebesar US$ 17,6 miliar.

Perolehan devisa ini merupakan salah satu tumpuan pemerintah untuk menurunkan defisit neraca transaksi berjalan atau current account defisit yang terjadi lantaran kinerja ekspor melambat.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menyatakan langkah pemerintah mendorong pengembangan pariwisata sudah tepat. Potensi turis domestik dari kalangan menengah atas juga perlu lebih diperhatikan karena selama ini mereka memilih pelesir ke luar negeri. “Orang Indonesia semakin tinggi pendapatannya semakin mau berlibur ke Singapura, Hong Kong, dan Jepang, bukan ke lokal” kata Andry. 

Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan berlibur wisatawan lokal yakni harga tiket pesawat yang melonjak karena tingginya avtur. Menurut perkiraan Bank Mandiri, harga minyak mentah (brent) pada 2020 sekitar US$ 64 per barel atau relatif flat dibandingkan dengan 2019 yang mencapai US$ 63 per barel. 

Geliat Industri Petrokimia 

Industri petrokimia memiliki harapan tumbuh mulai 2020 setelah stagnan selama 20 tahun. Titik baliknya ditandai dua peristiwa penting pada 2019. Pertama, beroperasinya pabrik milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. di Cilegon Banten pada awal Desember lalu. Kedua, pemerintah melalui Pertamina menguasai PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), anak usaha PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro/TPI). 

Industri kimia kerap dianggap sebagai mother of industry, karena karena peran strategisnya dalam menyediakan bahan baku bagi hampir seluruh industri hilir. Beragam sektor manufaktur menggunakan bahan baku petrokimia seperti industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan elektronika. 

Selama ini, Indonesia mengandalkan impor bahan petrokimia sehingga menambah beban defisit neraca perdagangan. Pada 2018,  nilai defisit produk petrokimia Rp 193 triliun dengan rincian ekspor petrokimia Rp 124 triliun dan impor Rp 317 triliun. Berikut Databoks defisit perdagangan:  



Khusus untuk produk polyethylene – bahan dasar pembuat plastik - defisitnya US$ 1,45 miliar atau setara Rp 20,34  triliun. Setiap tahun, kebutuhan polyethylene  dalam negeri mencapai 2,3 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi hanya 780 ribu ton atau defisit yang harus diimpor sebanyak 1,52 juta ton. 

Beroperasinya pabrik baru Chandra Asri dengan  jumlah produksi hingga 1,19 juta ton per tahun akan mengurangi ketergantungan impor polyethylene hingga Rp 8 triliun per tahun. Presiden Jokowi yang meresmikan pabrik Chandra Asri senilai US$ 380 juta atau Rp 5,3 triliun berharap industri petrokimia Tanah Air  terus tumbuh. 

“Saya optimistis 4-5 tahun lagi kita tidak lagi mengimpor barang petrokima, justru kita ekspor,” kata Jokowi. 

Sementara itu penambahan kepemilikan saham pemerintah lewat Pertamina pada TPI dari 70% menjadi 96% membawa angin segar dalam pengembangan industri petrokimia domestik. Dengan porsi kepemilikan saham tersebut, Pertamina menjadi pengendali kilang minyak TPPI. 

Optimalisasi kilang TPPI diproyeksikan menggenjot produksi petrokimia sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sampai 80%. Kapasitas produksi kilang TPPI saat ini terdiri dari paraxylene sebesar 600 kilo ton per tahun (KTPA), benzene 200 KTPA, Orthoxylene 120 KTA, dan toluene sebanyak 100 KTPA. 

Ke depannya, Pertamina bakal mengerjakan proyek pengembangan yang terdiri dari revamping platformer yang dimulai pada 2020 dan berproduksi tiga tahun kemudian dengan belanja modal sekitar US$ 36 juta. Selanjutnya, revamping aromatic pada 2020 dan produksi pada 2023 dengan belanja modal US$ 144 juta. 

Perusahaan pelat merah ini juga merencanakan pembangunan unit LPG dengan estimasi belanja modal US$ 27 juta. Proyek ini bakal dikerjakan tahun ini dan ditargetkan berproduksi pada 2023. Selain itu, Pertamina bakal membangun Olefin Complex dengan belanja modal US$ 3,79 juta. 

Total tambahan produksi dari proyek tersebut terdiri dari High Density Polyethylene (HDPE) sebesar 700 KTPA, Low Density Polyethylene (LDPE) 300 KTPA, dan Polipropilena (PP) 600 KTPA. Dengan pengembangan tersebut, Pertamina yakin dapat menghemat devisa dengan mengurangi impor hingga US$ 4,1 miliar pada 2030. 

Penguasaan TPPI oleh Pertamina merupakan bagian dari restrukturisasi utang masa lalu TPPI. TPPI dirintis pada 1995 oleh PT Tirtamas Majutama yang kemudian diserahkan kepada pemerintah lantaran terlilit utang Rp 3,2 triliun kepada sejumlah bank saat krisis moneter 1998. 

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, menyatakan bahwa bisnis petrokimia bagi Pertamina merupakan solusi bisnis jangka panjang. "Wajar jika manajemen memutuskan untuk menggeser bisnis hilir mereka dari BBM ke petrokimia," kata Komaidi.


Kabar Industri 2020 Tumbuh 5,3%, Lebih Rendah dari 2019

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas pada 2020 berkisar 4,80% sampai 5,30%. Proyeksi ini lebih rendah dibanding target 2019 sebesar 5,4%.

Agus menjelaskan high scenario atau skenario optimis 5,30% diproyeksikan tercapai dengan asumsi daya saing meningkat seiring dengan peningkatan produktivitas sektoral dan efisiensi investasi. Proyeksi pertumbuhan industri 5,3% memang sedikit di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 yang hanya 5,2%.

"Sehingga ini akan menjamin bahan baku, serapan teknologi, kondusivitas termasuk politik dan keamanan, iklim usaha serta inovasi produk mengikuti tren preferensi konsumen global," kata Agus dalam konferensi pers kinerja 2019 dan outlook pembangunan sektor industri 2020.
Skenario rendah pertumbuhan industri 4,80% dari 2019 sebesar 4,48% diproyeksikan dengan asumsi bila Indonesia tak dapat menghadapi tantangan global dan tantangan domestik.

Sementara proyeksi kontribusi PDB industri 2020 ditarget 17,80 % sampai 17,95% terhadap PDB nasional. Asumsi skenario rendah 17,80% diproyeksikan dengan asumsi pertumbuhan sektor lain lebih cepat dari pertumbuhan industri.

"Hal ini bisa terjadi karena iklim usaha industri tidak bertambah, baik konsumsi rumah tangga untuk produk industri menurun salah satunya karena digital trade dan tren konsumsi berubah ke leisure," ujar Agus.

Sementara asumsi skenario optimistis, yaitu pertumbuhan industri lebih cepat dari sektor ekonomi lainnya antara lain karena membaiknya iklim usaha fisik atau non fisik yang mendorong efisiensi, utilitas dan investasi industri.

Jika iklim usaha membaik, ini akan memacu investasi atau meningkatkan populasi industri. Lapangan kerja akan meningkat. Agus memproyeksi tenaga kerja di sektor industri terserap 19,66 juta orang pada 2020.

Lebih lanjut Agus memaparkan, industri manufaktur menjadi sektor penyumbang terbesar nilai ekspor nasional. Sepanjang Januari-Oktober 2019, ekspor produk manufaktur mencapai US$ 105,11 Miliar.

Tiga sektor yang menjadi kontributor terbesar adalah industri makanan dan minuman yang menembus US$ 21,73 Miliar, industri logam dasar sekitar US$ 14,64 miliar, dan industri tekstil dan pakaian jadi sebesar US$ 10,84 Miliar.

5 Kota Industri di Indonesia

Daerah industri di Indonesia memang banyak. Namun, sebagian besar ada di Pulau Jawa. Jadi, jika Anda ingin berkunjung ke beberapa daerah industri di Indonesia berikut ini, Anda tidak memerlukan suku bunga KTA lantaran lokasinya yang tidak terlalu jauh.Sebelumnya, Anda perlu tahu bahwa kawasan industri memang sengaja dijadikan pusat industri atau berdirinya berbagai macam perusahaan oleh Pemerintah sejak awal. Maka wajar jika di daerah industri terdapat banyak sekali perusahaan yang berdiri. Baiklah, daerah industri mana yang patut Anda kunjungi?5 Daerah Industri Di Indonesia Yang Patut Dikunjungi1. Karawang, Jawa BaratKawasan industri ini tergolong sangat menggiurkan bagi para pekerja. Hal ini dikarenakan karena gaji yang ditawarkan oleh perusahaan di daerah industri karawang sangat tinggi. UMR atau Upah Minimum Regional Karawang sendiri mencapai Rp 3,3 juta.Tentu, ini lebih besar dibandingkan dengan Jakarta. Karawang adalah rumah bagi lebih dari 78 perusahaan dimana semua perusahaan ini bergerak di bidang yang sama yakni produksi. Sebagian besar perusahaannya adalah perusahaan sektor otomotif dari negeri Sakura.2. Bekasi, Jawa BaratBekasi menempati urutan kedua sebagai daerah industri yang menawarkan gaji tertinggi di Indonesia. Di daerah Bekasi, hampir sama dengan daerah Karawang lantaran ada lebih dari 75 perusahaan yang bergerak di bidang yang sama, yakni bidang produksi.Pastinya, dari perusahaan-perusahaan inilah ratusan ribu pekerja mencari nafkah serta masih banyak lagi lowongan pekerjaan yang tersedia. Untuk UMR sendiri, jika Bekasi Kota, UMR sekitar Rp 3,3 juta namun untuk UMR Kabupaten sekitar Rp 3,2 juta. Wajar saja jika banyak pencari kerja yang berbondong-bondong datang ke Bekasi.3. PulogadungJakartaPulogadung, Jakarta adalah daerah industri berikutnya yang wajib dikunjungi. Pulogadung sendiri menempati urutan ketiga sebagai daerah industri yang menawarkan gaji tertinggi. UMR Pulogadung untuk tahun 2016 sendiri mencapai Rp 3,1 juta.Ini menunjukkan adanya peningkatan UMR daerah industri ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pulogadung adalah daerah industri yang sangat penting untuk daerah Jakarta lantaran Pulogadung merupakan rumah bagi lebih dari 40 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor seperti otomotif, makanan, minuman dan obat-obatan.Hanya saja, Pulogadung juga menawarkan biaya hidup yang tinggi. Oleh sebab itu, jika Anda ingin bekerja di dearah Pulogadung, biaya hidup yang relatif mahal bisa dijadikan pertimbangan dikarenakan gaji besar yang ditawarkan bisa saja tidak mencukupi beban hidup yang ada. Tentu, ini semua tergantung dari individu yang menjalaninya.4. SurabayaJawa TimurSurabaya adalah kota terbesar kedua setelah Ibukota Jakarta. Surabaya menempati urutan keempat sebagai daerah industri yang menawarkan gaji tinggi. UMR di daerah Surabaya mencapai angka Rp 3,04 juta. Perbedaannya bisa terbilang sedikit dengan UMR Jakarta.Namun, tingkat biaya hidup di Surabaya tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan Jakarta atau daerah industri yang sudah disebut di atas. Maka wajar jika Anda lebih memilih Surabaya ketimbang Jakarta karena biaya hidup yang relatif murah.Perusahaan yang ada di Surabaya bergerak di berbagai bidang dari mulai makanan, elektronik sampai garmen. Bagi Anda yang sedang melakukan survey atau ingin berkunjung ke daerah industri yang memiliki biaya hidup murah dan termasuk juga suku bunga KTA yang bisa saja lebih rendah, Surabaya adalah jawabannya.5. Pasuruan, Jawa TimurKawasan industri berikutnya memiliki luas 518 hektar. Dengan luas sebesar itu, Pasuruan merupakan rumah bagi lebih dari 119 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja mencapai lebih dari 23 ribu pekerja. Perusahaan yang berada di Pasuruan sebagian besar bergerak di bidang industri makanan dan minuman dan sebagian kecil di sektor lain seperti otomotif.UMR yang ditawarkan kota ini mencapai Rp 3,03 juta. Walau Pasuruan dekat dengan kota Malang, tingkat UMR-nya jauh lebih tinggi 1 juta jika dibandingkan dengan Malang.Hal yang menarik lainnya dari daerah industri yang sudah disebut di atas adalah sektor pariwisatanya dimana setiap kota atau daerah industri tersebut memiliki banyak tempat menarik yang wajib dikunjungi. Selain itu, jangan lupa untuk mencoba mencicipi jajanan khas kota tersebut seperti rujak cingur ketika Anda berada di daerah industri Surabaya.

Seputar Industri di Indonesia dengan Fungsi Strategis

Industri menjadi salah satu tonggak utama dalam perekonomian suatu negara. Dalam suatu negara, tentu terdapat berbagai macam industri. Dari aneka industri yang ada, biasanya terdapat beberapa industri tertentu yang dianggap sebagai industri strategis atau industri vital.
Indonesia pun memiliki macam-macam industri strategis yang dianggap memiliki peran besar dalam perkembangan ekonomi masyarakatnya. Macam – macam industri di Indonesia ini diharap mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi masyarakat secara umum, sehingga seluruh segmen masyarakat dapat menikmati kesejahteraan secara merata.
Jadi, peran dari industri strategis ini adalah mendorong tumbuh kembang industri kecil dan industri menengah. Aneka industri yang ada di Indonesia pada akhirnya diharapkan mampu menghasilkan produk lewat teknologi tinggi dan dapat mencapai empat tahap industrialisasi.
Adapun empat tahap industrialisasi, meliputi :
  1. Tahap penguasaan teknologi hingga mampu untuk melakukan perakitan sendiri
  2. Tahap sistem lisensi, melalui kerja sama dengan industri luar negeri.
  3. Tahap pengembangan teknologi sendiri.
  4. Tahap pengembangan kemampuan teknologi untuk mendukung ketiga tahap sebelumnya.
Keempat tahap industrialisasi ini dapat diwujudkan dengan dukungan industri strategis. Industri strategis sendiri adalah industri yang memenuhi hajat hidup orang banyak serta memegang peran penting bagi negara. Macam – macam industri di Indonesia yang tergolong memiliki fungsi strategis dapat menciptakan aglomerasi industri.
Berikut adalah macam – macam industri di Indonesia yang memiliki peran besar bagi perolehan dan penghematan devisa negara atau memiliki fungsi strategis:

1# Industri Tekstil

Industri tekstil yang ada di Indonesia meliputi rangkaian industri dari struktur hulu ke hilir. Rangkaian tersebut diawali dari industri serat dan benang (fiber), industri pemintalan, pertenunan, perajutan, percetakan atau pengecapan hingga industri pakaian jadi (garmen).
Produk-produk dalam subsektor industri tektil biasa disebut sebagai industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Industri TPT ini sudah lama digeluti oleh masyarakat Indonesia, yang dulunya diawali dengan cara tradisional menggunakan alat-alat sederhana.
Industri TPT di Indonesia mengalami momentum perubahan menuju ke arah industri modern sekitar tahun 1922. Pemicunya adalah didirikannya Balai Penyelidikan Tekstil di Bandung. Melalui Balai tersebut, dihasilkan beragam alat tenun dengan kemampuan hasil tenun lebih cepat hingga delapan kali lipat dari hasil tenun rakyat.
Berikutnya, alat tenun ini terus mengalami perkembangan hingga industri tekstil semakin tumbuh dan berkembang pesat. Hingga saat ini, terdapat banyak industri tekstil ukuran besar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan mampu menghasilkan aneka tekstil dan produk tekstil dengan kualitas unggul serta jumlah besar.

2# Industri Semen

Di Indonesia, industri semen menjadi salah satu komoditas unggulan yang menunjang tumbuh kembang industri dan ekonomi Indonesia. Semen memiliki peran yang aman vital dan strategis karena menyangkut kekokohan dalam pembangunan fisik Indonesia. Karenanya, pembangunan industri semen mendapat prioritas tersendiri dari pemerintah.
Pemerintah mengupayakan adanya perluasan pabrik semen seperti Pabrik Semen Padang di Padang dan Tonas di Makassar hingga mencapai kapasitas satu juta ton. Pemerintah juga mendorong berdirinya pabrik semen di Cibinong dengan target produksi hingga enam juta ton setahun.
Adanya beberapa industri semen besar di Indonesia ini membuat kebutuhan industri semen dalam negeri dapat tercukupi dengan produksi dalam negeri, tanpa harus mengimpor. Dengan tercukupinya kebutuhan semen, pembangunan di Indonesia seperti perumahan dan infrrastruktur lain dapat berkembang dengan pesat.

3# Industri Kertas

Kertas merupakan bahan yang memiliki banyak fungsi positif dan penting. Misalnya, kertas dapat digunakan sebagai bahan untuk buku bacaan, buku tulis, surat kabar, pembungkus, bahkan bahan bangunan. Karena fungsinya yang banyak, Indonesia membutuhkan jumlah produksi kertas yang tidak sedikit.
Konsumsi kertas di Indonesia sebelum tahun 1965 saja sudah mencapai 129.800 ton atau 1,2 kg per kapita. Di tahun 1965, jumlah ini sudah meningkat hingga 1,5 kg per kapita aatu 150.000 ton dikarenakan budaya membaca Indonesia yang mulai berkembang.
Kebutuhan kertas dalam negeri yang besar membuat pemerintah juga menaruh prioritas tersendiri terhadap pertumbuhan industri kertas ini. Industri kertas di Indonesia juga pernah mengalami surplus dan diimpor ke berbagai negara lain.
Ada cukup banyak industri kertas dengan berbagai macam jenis kertas yang dihasilkan di Indonesia. Indonesia bahkan mampu menghasilkan hanpir seluruh jenis kertas yang dibutuhkan manusia. Meski begitu, rupanya saat ini diketahui bahwa hasil kertas dari produksi dalam negeri masih belum mencukup kebutuhan kertas dalam negeri, mengingat jumlah konsumsi kertas juga ikut meningkat.

4# Industri Besi dan Baja

Industri besi dan baja termasuk dalam industri berat. Indonesia memiliki sejumlah tambang besi yang cukup potensial sehingga dapat menghasilkan besi dan baja dalam jumlah cukup banyak.
Industri besi dan baja paling awal di Indonesia dikelola oleh PT Krakatau Steel di Cilegon Banten. Awalnya, pabrik ini mulai menghasilkan besi lempengan. Sekarang, pabrik ini telah menghasilkan berbagai jenis besi beton serta pelat besi. Pabrik ini kemudian mampu melebbur bijih besi dari Ujung Kulon dan Lampung.
Kebutuhan besi Indonesia yang semakin meningkat sempat membuat Indonesia harus mengimpor batangan besi. Namun, kini Indonesia kemudian terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi besinya hingga tak lagi harus mengimpor.
PT Krakatau Steel pun berkembang dengan cukup pesat hingga mampu memproduksi besi beton serta aneka jenis bahan baku untuk pembuatan baja yang dibutuhkan pabrik besi dan baja lain.
Sejak tahun 1985, industri besi dan baja di Indonesia telah mengalami surplus. Indonesia mampu melakukan ekspor produk baja yang dihasilkannya, seperti batang kawat, baja tulang, billet baja, paku, pipa baja serta baja lembaran tebal.

5# Industri Kendaraan Bermotor (Industri Otomotif)

Secara keseluruhan, industri otomotif d Indonesia meliputi tiga jenis kendaraan bermotor, yakni kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor), kendaraan bermotor roda tiga (bemo, bajaj) serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih (mobil, bus, truk).
Dari ketiga jenis kendaraan tersebut, industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi yang paling berperan di Indonesia. Indonesia mengayahi masalah perbengkelan yang bertujuan untuk memperbaiki serta perakitan yang bertujuan untuk membuat barang dengan jalan memasang-masangkan bagian-bagian yang sudah ada.
Dalam industri otomotif, Indonesia memang masih bisa dibilang minim penguasaan. Sejauh ini, industri otomotif di Indonesia masih banyak bergerak di bidang perakitan, yakni dengan mengimpor bagian-bagian mobil, lalu tinggal dipasangkan saja di dalam negeri.
Selain itu, masalah perbengkelan banyak menjalankan fungsi perbaikan terhadap mesin-mesin perkebunan dan pertanian serta sepeda motor dan mobil, bahkan juga kereta api.

6# Industri Pesawat Terbang

Indonesia memiliki industri perakitan pesawat terbang yakni PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Perusahaan ini adalah satu-satunya yang bergerak di industri perakitan pesawat terbang di Indonesia.
Perusahaan ini awalnya didirikan dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio, yang pernah berhasil memproduksi pesawat NC-212 Aviocar dengan dasar lisensi CASA, Spanyol, dan NBO-105 dengan lisensi MBB, Jerman. Tahun 1986, nama Nurtanio berubah menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Lalu diubah lagi di tahun 1999 menjadi PT Dirgantara Indonesia.
Sejarah produksi PT DI cukup lumayan. Di tahun 1978, PT DI membuka kerjasama dengan Aerospatiale, Perancis dan mampu memproduksi helikopter PUMA. Lalu di tahun 1979, PT DI dipercaya CASA memproduksi CN-235 yang dikenal dengan nama Tetuko.
Tahun 1994, PT DI telah berhasil meluncurkan prototipe N 250 yang pertama dengan jumlah 50 penumpang dengan nama Gatutkaca. Meski telah banyak melakukan produksi dan perakitan, akan tetapi industri pesawat terbang di Indonesia masih belum maksimal dan butuh banyak upaya untuk mampu memproduksi pesawat terbang sendiri dengan kualitas mumpuni.

7# Industri Perkapalan

Sama halnya pada industri pesawat terbang, industri perkapalan di Indonesia masih belum mampu berkembang dengan baik. Industri kapal di Indonesia masih pada tingkat permulaan saja. Perusahaan kapal di Indonesia baru mampu memproduksi kapal sesuai pesanan dan belum mampu melakukan produksi massal.
Industri perkapalan memiliki kaitan erat dengan perkembangan industri peleburan besi dan baja. Sebab, besi dan baja menjadi bahan baku yang cukup dominan dalam industri perkapalan ini. Ketika industri besi dan baja semakin maju, industri perkapalan akan mengikutinya.
Industri perkapalan di Indonesia masih banyak bergerak dalam produksi dan perbaikan galangan bagi kapal-kapal untuk kapal besar dan kapal kecil. Meski begitu, kapal-kapal di Indonesia terkadang masih harus diperbaiki di luar negeri, terutama di Singapura.

8# Industri Elektronika

Industri elektronika di Indonesia dapat dikatakan berkembang dengan cukup pesat. Telah banyak didirikan aneka produk elektronika di berbagai wilayah, baik dalam skala menengah hingga besar.
Industri elektronika yang paling menojol perkembangannya adalah pada produksi televisi berwarna, radio, aplifier, mesi jahir, komputer, lemari es, alat pendingin ruangan, dan sejenisnya.
Dengan tumbuh kembang industri elektronika yang cukup pesat dan luas, kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat ikut meningkat. Selain dapat menikmati produk elektronika dalam negeri, masyarakat Indonesia dapat memiliki peluang kerja yang lebih luas serta mendapatkan imbas dari tetesan ekonominya.

9# Industri Pupuk

Industri pupuk (fertilizer industry) termasuk salah satu industri strategis di Indonseia. Pupuk menjadi salah satu pendorong utama dalam perkembangan produktivitas sektor pertanian. Karenanya, jika pemerintah ingin memaksimalkan produksi hasil pertanian seperti swasembada beras, pemerintah perlu meningkatkan pula kapasitas produksi pupuk dalam negeri.
Beberapa pabrik pupuk yang berperan cukup besar dalam sektor pertanian karena menghasilkan jumlah produksi pupuk yang besar di antaranya adalah Pabrik Pupuk Sriwijaya (Pusri), Pabrik Petrokimia Gresik, Pabrik Kujang Cikampek, Pabrik Pupuk Iskandar Mudah Aceh, pabrik Pupuk Kalimantan Timur Bontang.
Berbagai pabrik pupuk ini mampu menghasilkan berbagai jenis pupuk dengan jumlah kapasitas produksi yang besar. Pusri sendiri sudah mampu menghasilkan 1,6 juta ton pupuk di tahun 1977. Kapasitas produksi ini terus ditingkatkan hingga sekarang.

10# Industri Obat – obatan (Industri Farmasi)

Pabrik farmasi Indonesia telah mengalami perjalanan cukup panjang. Tahun 1957, Indonesia telah memiliki pabrik-pabrik obat sejumlah 24 pabrik yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang.
Pabrik farmasi ini berperan penting dalam menghasilkan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit juga vitamin untuk mempertinggi daya tahan tubuh. Pabrik farmasi bekerja dengan mengolah bahan-bahan obat yang ada di dalam negeri, termausuk jamu dan pabrik obat antibiotik.
Industri farmasi di Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 1980, sudah didirikan hingga 268 pabrik farmasi. Kendala pabrik farmasi Indonesia umumnya terletak pada daya beli masyarakat yang rendah karena harga bahan baku obat-batan yang memang tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut, oemerintah meningkatkan jumlah obat generik. Obat generik sendiri adalah obat yang sudah tidak memiliki biaya paten atau telah habis masa patennya, sehingga harga produksinya menjadi relatif lebih murah.

Daftar Industri Strategis dalam Konteks Ekonomi Politik

Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS), membuat daftar macam macam industri strategis di Indonesia yang menyangkut konteks ekonomi dan politik. Dalam konteks ini, industri strategis dalam pembangunan secara menyeluruh ditujukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan bersaing secara ekonomis dan politik dalam rangka pemanfaatan teknologi.
Adapaun daftar macam macam industri strategsi di Indonesia tersebut, meliputi :
  1. PT Dirgantara Indonesia (PT DI), berlokasi di Bandung, Jawa Barat
  2. Pabrik Kapal Indonesia (PT PAL), berlokasi di Surabaya, Jawa Timur
  3. Pabrik Senjata Api (PT Pindad, berlokasi di malang, Jawa Timur
  4. Pabrik bahan peledak (PT Dahana), berlokasi di Tasimalaya, Jawa Barat.
  5. Industri Kereta Api (PT INKA), berlokasi di Madiun, Jawa Timur.
  6. Industri telekomunikasi (PT INTI), berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
  7. Lembaga Nasional Elektronika, berlokasi di Jakarta.
  8. PT Wajatama Indonesia (Krakatau Steel), berlokasi di Cilegon, Jawa Barat.
Referensi:
  • Mulyo, Bambang Niantodan Purwadi Suhandini. 2015. Geografi : untuk Kelas XII SMA dan MA. Solo : Penerbit Global.
  • Sugiyanto. 2008. Mengkaji Ilmu Geografi untuk Kelas XII SMA dan MA (KTSP) (Jilid 3). Solo : Platinum.
  • Waluya, Bagja. 2016. Memahami Geografi SMA/MA 3 Program IPS. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kamis, 30 Januari 2020

Malang Career Expo – 2020

Tanggal: 18-19 Maret 2020
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. Sasana Krida -Univ. Negeri Malang
  • Malang Career Expo - 2020
  • Diikuti oleh 30+ Perusahaan dari berbagai bidang, baik Nasional maupun Multi-Nasional.
Ada banyak lowongan kerja khusus buat kamu.
Jangan lewatkan kesempatan terbaikmu untuk mendapatkan karir impianmu.
TERBUKA UNTUK UMUM
  • SLTA sederajat, D3, D4, S1
  • Mahasiswa Tingkat Akhir
  • Fresh Graduate
  • Experience (sudah berpengalaman)
  • Segala Jurusan
GRATISS !!Syarat Wajib
Follow Instagram @IndonesiaCareer & registrasi online
Bagi Perusahaan yang ingin bergabung silahkan menghubungi : Hendrik ,Hp: 08222-6400-999

SURABAYA CAREER EXPO – Februari 2020

Tanggal: 19-20 Februari 2020
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. DBL ARENA, Jl. A.Yani, Surabaya
SURABAYA CAREER EXPO - Februari 2020
GRATIS
Syarat :
1. Wajib follow @indonesiacareer
2. Registrasi Online melalui http://bit.ly/icesby2020
TERBUKA UNTUK UMUM– Mahasiswa Tingkat akhir
– Fresh Graduate
– Experience (sudah berpengalaman)
– Segala Jurusan
Jangan lupa bawa CV dan pasfoto sebanyak-banyaknya untuk diberikan kepada HRD Perusahaan.
Share ke teman atau keluarga yang membutuhkan.
Info dan kontak:
IG: @indonesiacareer

SEMARANG CAREER EXPO – Januari 2020

Tanggal: 15-16 Januari 2019
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. Auditorium Imam Barjo – UNDIP
SEMARANG CAREER EXPO - Januari 2020
Diikuti oleh 40+ Perusahaan dari berbagai bidang, baik Nasional maupun Multi-Nasional.
Ada banyak lowongan kerja khusus buat kamu.
Jangan lewatkan kesempatan terbaikmu untuk mendapatkan karir impianmu.
TERBUKA UNTUK UMUM
  1. SLTA sederajat, D3, D4, S1
  2. Mahasiswa Tingkat Akhir
  3. Fresh Graduate
  4. Experience (sdh berpengalaman)
  5. Segala Jurusan
GRATISS !!Syarat Wajib
Follow Instagram @IndonesiaCareer & registrasi online: http://bit.ly/icesmg2020

Revolusi Industri 4.0 dan Dampak yang Ditimbulkan


Pernah gak sih kalian membayangkan bagaimana sebuah industri berkembang? Yang tadinya hanya mengandalkan tenaga manusia dalam membuat atau memproduksi barang tapi sekarang barang atau produk yang diproduksi secara masal hanya degan bantuan mesin dan teknologi. Penggunaan teknologi dalam hal produksi saat ini lebih dikenal dengan istilah revolusi industri 4.0.
Artikel ini akan membahas secara sederhana mengenai revolusi Industri 4.0. Jadi untuk kamu yang penasaran tentang apa itu revolusi industri 4.0 dan sejarahnya, baca artikel ini sampai selesai yah!

Mengenal Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 bisa dikatakan berawal dari strategi pemerintah Jerman pada tahun 2011 dalam hal produksi, yang memfokuskan komputerisasi dalam proses manufakturnya. Pemerintah Jerman mengingikan adanya cara yang lebih efisien dalam hal produksi barang secara masal dengan menggandalkan dan mengaplikasikan teknologi. Terutama teknologi otomatis (automation) yang tidak banyak membutuhkan campur tangan manusia dalam operasinya.

Evolusi Industri

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang revolusi industri 4.0, ada baiknya kita mempelajari bersama-sama sejarah evolusi industri yang dimulai pada tahun 1800an. Yuk kita bahas bersama-sama!

Revolusi Industri 1.0

Revolusi pertama terjadi pada awal abad ke 18. Faktor utama yang menyebabkan revolusi industri 1.0 adalah ditemukannya teknologi mesin uap pada kala itu. Proses manufaktur yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, kini dengan adanya teknologi mesin uap dapat memproduksi barang dengan volume lebih besar. Distribusi barang secara besar-besaran juga dapat dilakukan dengan bantuan kereta bertenaga uap. Mendistribusikan barang antar kota menjadi lebih cepat dan efisien.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi kedua dimulai dengan ditemukannya listrik. Mesin-mesin yang menggunakan tenaga listrik dapat beroperasi secara lebih efisien dibandingkan dengan mesin bertenaga uap. Hal ini lah yang membuat lahirnya konsep mass production, yang memungkinkan industri manufaktur memproduksi produknya dengan volume yang sangat besar dibandingkan periode sebelumnya.

Revolusi Industri 3.0

Perubahan selanjutnya terjadi pada awal tahun 1950an, dimana industri manufaktur memulai komputerisasi pada proses produksinya.

Prinsip Industri 4.0

Setelah kita bersama-sama membahas tentang sejarah revolusi dalam industri yang dimulai sejak abad ke-18 sampai sekarang. Kali ini kita akan membaha empat prinsip penting pada industri 4.0. Apa saja prinsipnya? Langsung aja yuk kita bahas!

Interkoneksi (Interconnection)

Prinsip pertama adalah interkoneksi atau hubungan antara manusia, mesin, alat-alat, dalam berkomunikasi satu sama lain dengan Internet of things (IOT) atau Internet of people (IOP).

Transparansi Informasi

Kedua adalah transparansi informasi, dengan teknologi yang ada memungkinkan seseorang mengumpulkan beragam jenis data yang penting dalam proses produksinya yang berguna dalam pengambilan keputusan. Interkonesi yang dilakukan dalam industri 4.0 juga memungkinkan seseorang menganalisa dan mengidentifikasi, area mana yang dapat dilakukan inovasi ataupun improvisasi dalam proses produksi.

Bantuan Teknis

Ketiga adalah bantuan teknis dengan informasi yang relevan dan penting memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dan pemecahan masalah dengan singkat. Selain itu dengan cyber physical system manusia terbantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang berat dan berbahaya apabila dilakukan secara manual.

Pengambilan Keputusan

Cyber physical system diharapkan dapat mengambil keputusan sendiri dan secara otomatis melakukan tugas dan fungsinya dengan benar dan tepat tanpa perlu campur tangan dan pengawasa eksternal.

Unsur Industrial Internet of Thing (IIOT) dalam Revolusi Industri 4.0

Pada bagian di atas kamu menemukan istilah-istilah seperti Internet of Thing (IOT) maupun cyber physical system. Sebenarnya apasih arti dari istilah-istilah yang telah disebutkan di atas? Seperti yang kita tahu penggunaan teknologi adalah dasar dari setiap revolusi industri yang terjadi. Industrial Internet of Thing (IIOT) adalah penggunaan teknologi digital yang memungkinkan interkoneksi mesin fisik dan sistem produksi.
Interkoneksi ini memungkinkan kolaborasi lebih efisien pada setiap unsur produksi. Hal ini memungkinkan pengontrolan dan pemahaman lebih mendalam di setiap aspek produksi yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan sebuah perusahaan. Apa saja unsur-unsur dari Industrial Internet of Thing (IIOT) akan dibahas sebagai berikut

Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP adalah sistem dalam perusahaan yang digunakan untuk dalam mengelola semua informasi disetiap sektor. Baik berupa proses manufaktur sampai pengelolaan keuangan.

Internet of Thing

Internet of thing adalah koneksi antara mesin ataupun alat fisik lain dengan sistem internet.

Big Data

Data atau informasi yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur yang dapat disusun, disimpan, diolah, dan dianalisa.

Cyber Physical System

Cyber physical system adalah sistem integrasi antara mesin, komputerisasi, dan internet. Contoh sederhanaya adalah penggunaan robot dalam proses produksi.

Cloud Computing

Cloud Computing adalah penggunaan internet sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan data.

Artificial Intelegence (AI)

Artificial intelegence atau biasanya disingka AI ini mempunyai konsep dimana komputer dapat melakukan tugasnya dan mengambil keputusan dengan benar dan tepat tanpa campur tangan manusia.

Keuntungan Industri 4.0

Setelah kita bersama-sama membahas tentang unsur-unsurnya, sekarang kita akan membahas keuntungan apa saja yang kamu dapatkan dari revolusi industri 4.0 ini. Langsung saja kita bahas.

Efisiensi dan Produktifitas Meningkat

Keuntungan pertama yang akan kamu dapat dari revolusi industri 4.0 adalah meningkatnya  efisiensi produktifitas pada proses produksimu. Kamu dapat memproduksi volume barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit dengan bantuan teknologi yang ada.

Biaya yang Lebih Murah

Penggunaan teknologi serta mesin otomatis dapat memotong biaya produksi cukup besar, seperti gaji karyawan, uang makan, dan lain sebagainya. Penggunaan Cyber Physical System memungkikan perusahaan manufaktur memproduksi barang dengan cepat dan aman dibandingkan dengan tenaga manusia. Hal ini membuat peranan manusia terhadap proses produksi semakin kecil. Apabila di era terdahulu membutuhkan 20 orang untuk memproduksi sebuah mobil, sekarang mungkin hanya membutuhkan 3 orang dengan bantuan robot industri.

Manajemen Resiko yang Lebih Baik

Manajemen resiko perusahaan manufaktur juga menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan dengan berkurangnya resiko seperti, human error yang dapat menghambat proses produksi. Penggunaan artificial intelligent adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam meminimalisir resiko yang dapat menghambat proses produksi.

Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang Lebih Cepat

Keunggulan selanjutnya adalah dengan menggunakan teknologi dan informasi digital pada industri perusahaan dapat mengontrol dan mengelola data dan informasi secara aktual dan cepat. Dampaknya adalah perusahaan dapat secara cepat dan tepat mengatasi permasalahan yang terjadi, sehingga tidak menjadi masalah yang besar dan dapat menggangu operasi perusahaan.

Dampak Dari Revolusi Industri 4.0

Pada bagian ini kita akan sama-sama membahas apa dampak yang ditimbulkan dari terjadinya Revolusi Industri ini. Apa saja dampaknya, langsung saja kita bahas.

Dampak Sosial

Hal yang paling menonjol dari revolusi industri 4.0 adalah penggunaan teknologi dan mesin yang dapat menggantikan peran manusia dalam proses industri. Kegiatan ini dapat menyebabkan berkurangnya peranan atau campur tangan manusia dalam proses produksi. Hasilnya adalah berkurangnya lapangan pekerjaan dalam industri manufaktur.
Tidak hanya itu hal ini juga dapat menyebabkan sistem pendidikan sebelumnya tidak lagi menjadi relevan dalam dunia kerja.

Dampak Politik

Kedua adalah dampak politik, regulasi yang dapat menjadi penyeimbang diperlukan. Satu sisi industri 4.0 diperlukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan produk dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain penggunaan mesin menyebabkan tingginya angka pengangguran yang dapat berdampak pada iklim ekonomi secara keseluruhan.

Dampak Ekonomi

Ketiga adalah dampak ekonomi yang tejadi seperti perubahan terhadap bebrapa model bisnis sebelumnya, tingginya biaya yang diperlukan untuk sebuah perusahaan dalam mengimplementasikan industri 4.0. Selain itu penanaman modal berlebihan terhadap teknologi akan menghasilkan keuntungan ekonomi untuk perusahaan tersebut. Faktor seperti teknologi baru atau mesin baru dapat menyebabkan kerugian dari investasi teknologi sebelumnya.
Digitalisasi adalah salah satu faktor utama terjadinya revolusi industri 4.0. JojoExpense adalah salah satu contoh terobosan baru dalam mengelola pengeluaran perusahaan. Sistemnya dapat meberi perhitungan reimbursement secara otomatis, yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kamu dalam mengelola keuangan perusahaan. Selama kamu memegang smartphone dan memiliki jaringan internet kamu bisa memantau anggaran perusahaanmu dari mana saja. Dengan kemudahan yang diberikan jangan lupa untuk download aplikasi ini yah!