Cari Blog Ini

Kamis, 30 Januari 2020

Malang Career Expo – 2020

Tanggal: 18-19 Maret 2020
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. Sasana Krida -Univ. Negeri Malang
  • Malang Career Expo - 2020
  • Diikuti oleh 30+ Perusahaan dari berbagai bidang, baik Nasional maupun Multi-Nasional.
Ada banyak lowongan kerja khusus buat kamu.
Jangan lewatkan kesempatan terbaikmu untuk mendapatkan karir impianmu.
TERBUKA UNTUK UMUM
  • SLTA sederajat, D3, D4, S1
  • Mahasiswa Tingkat Akhir
  • Fresh Graduate
  • Experience (sudah berpengalaman)
  • Segala Jurusan
GRATISS !!Syarat Wajib
Follow Instagram @IndonesiaCareer & registrasi online
Bagi Perusahaan yang ingin bergabung silahkan menghubungi : Hendrik ,Hp: 08222-6400-999

SURABAYA CAREER EXPO – Februari 2020

Tanggal: 19-20 Februari 2020
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. DBL ARENA, Jl. A.Yani, Surabaya
SURABAYA CAREER EXPO - Februari 2020
GRATIS
Syarat :
1. Wajib follow @indonesiacareer
2. Registrasi Online melalui http://bit.ly/icesby2020
TERBUKA UNTUK UMUM– Mahasiswa Tingkat akhir
– Fresh Graduate
– Experience (sudah berpengalaman)
– Segala Jurusan
Jangan lupa bawa CV dan pasfoto sebanyak-banyaknya untuk diberikan kepada HRD Perusahaan.
Share ke teman atau keluarga yang membutuhkan.
Info dan kontak:
IG: @indonesiacareer

SEMARANG CAREER EXPO – Januari 2020

Tanggal: 15-16 Januari 2019
Pukul: 09.00-16.00 WIB
Tempat: Gd. Auditorium Imam Barjo – UNDIP
SEMARANG CAREER EXPO - Januari 2020
Diikuti oleh 40+ Perusahaan dari berbagai bidang, baik Nasional maupun Multi-Nasional.
Ada banyak lowongan kerja khusus buat kamu.
Jangan lewatkan kesempatan terbaikmu untuk mendapatkan karir impianmu.
TERBUKA UNTUK UMUM
  1. SLTA sederajat, D3, D4, S1
  2. Mahasiswa Tingkat Akhir
  3. Fresh Graduate
  4. Experience (sdh berpengalaman)
  5. Segala Jurusan
GRATISS !!Syarat Wajib
Follow Instagram @IndonesiaCareer & registrasi online: http://bit.ly/icesmg2020

Revolusi Industri 4.0 dan Dampak yang Ditimbulkan


Pernah gak sih kalian membayangkan bagaimana sebuah industri berkembang? Yang tadinya hanya mengandalkan tenaga manusia dalam membuat atau memproduksi barang tapi sekarang barang atau produk yang diproduksi secara masal hanya degan bantuan mesin dan teknologi. Penggunaan teknologi dalam hal produksi saat ini lebih dikenal dengan istilah revolusi industri 4.0.
Artikel ini akan membahas secara sederhana mengenai revolusi Industri 4.0. Jadi untuk kamu yang penasaran tentang apa itu revolusi industri 4.0 dan sejarahnya, baca artikel ini sampai selesai yah!

Mengenal Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 bisa dikatakan berawal dari strategi pemerintah Jerman pada tahun 2011 dalam hal produksi, yang memfokuskan komputerisasi dalam proses manufakturnya. Pemerintah Jerman mengingikan adanya cara yang lebih efisien dalam hal produksi barang secara masal dengan menggandalkan dan mengaplikasikan teknologi. Terutama teknologi otomatis (automation) yang tidak banyak membutuhkan campur tangan manusia dalam operasinya.

Evolusi Industri

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang revolusi industri 4.0, ada baiknya kita mempelajari bersama-sama sejarah evolusi industri yang dimulai pada tahun 1800an. Yuk kita bahas bersama-sama!

Revolusi Industri 1.0

Revolusi pertama terjadi pada awal abad ke 18. Faktor utama yang menyebabkan revolusi industri 1.0 adalah ditemukannya teknologi mesin uap pada kala itu. Proses manufaktur yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, kini dengan adanya teknologi mesin uap dapat memproduksi barang dengan volume lebih besar. Distribusi barang secara besar-besaran juga dapat dilakukan dengan bantuan kereta bertenaga uap. Mendistribusikan barang antar kota menjadi lebih cepat dan efisien.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi kedua dimulai dengan ditemukannya listrik. Mesin-mesin yang menggunakan tenaga listrik dapat beroperasi secara lebih efisien dibandingkan dengan mesin bertenaga uap. Hal ini lah yang membuat lahirnya konsep mass production, yang memungkinkan industri manufaktur memproduksi produknya dengan volume yang sangat besar dibandingkan periode sebelumnya.

Revolusi Industri 3.0

Perubahan selanjutnya terjadi pada awal tahun 1950an, dimana industri manufaktur memulai komputerisasi pada proses produksinya.

Prinsip Industri 4.0

Setelah kita bersama-sama membahas tentang sejarah revolusi dalam industri yang dimulai sejak abad ke-18 sampai sekarang. Kali ini kita akan membaha empat prinsip penting pada industri 4.0. Apa saja prinsipnya? Langsung aja yuk kita bahas!

Interkoneksi (Interconnection)

Prinsip pertama adalah interkoneksi atau hubungan antara manusia, mesin, alat-alat, dalam berkomunikasi satu sama lain dengan Internet of things (IOT) atau Internet of people (IOP).

Transparansi Informasi

Kedua adalah transparansi informasi, dengan teknologi yang ada memungkinkan seseorang mengumpulkan beragam jenis data yang penting dalam proses produksinya yang berguna dalam pengambilan keputusan. Interkonesi yang dilakukan dalam industri 4.0 juga memungkinkan seseorang menganalisa dan mengidentifikasi, area mana yang dapat dilakukan inovasi ataupun improvisasi dalam proses produksi.

Bantuan Teknis

Ketiga adalah bantuan teknis dengan informasi yang relevan dan penting memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dan pemecahan masalah dengan singkat. Selain itu dengan cyber physical system manusia terbantu dalam menyelesaikan pekerjaan yang berat dan berbahaya apabila dilakukan secara manual.

Pengambilan Keputusan

Cyber physical system diharapkan dapat mengambil keputusan sendiri dan secara otomatis melakukan tugas dan fungsinya dengan benar dan tepat tanpa perlu campur tangan dan pengawasa eksternal.

Unsur Industrial Internet of Thing (IIOT) dalam Revolusi Industri 4.0

Pada bagian di atas kamu menemukan istilah-istilah seperti Internet of Thing (IOT) maupun cyber physical system. Sebenarnya apasih arti dari istilah-istilah yang telah disebutkan di atas? Seperti yang kita tahu penggunaan teknologi adalah dasar dari setiap revolusi industri yang terjadi. Industrial Internet of Thing (IIOT) adalah penggunaan teknologi digital yang memungkinkan interkoneksi mesin fisik dan sistem produksi.
Interkoneksi ini memungkinkan kolaborasi lebih efisien pada setiap unsur produksi. Hal ini memungkinkan pengontrolan dan pemahaman lebih mendalam di setiap aspek produksi yang dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan sebuah perusahaan. Apa saja unsur-unsur dari Industrial Internet of Thing (IIOT) akan dibahas sebagai berikut

Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP adalah sistem dalam perusahaan yang digunakan untuk dalam mengelola semua informasi disetiap sektor. Baik berupa proses manufaktur sampai pengelolaan keuangan.

Internet of Thing

Internet of thing adalah koneksi antara mesin ataupun alat fisik lain dengan sistem internet.

Big Data

Data atau informasi yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur yang dapat disusun, disimpan, diolah, dan dianalisa.

Cyber Physical System

Cyber physical system adalah sistem integrasi antara mesin, komputerisasi, dan internet. Contoh sederhanaya adalah penggunaan robot dalam proses produksi.

Cloud Computing

Cloud Computing adalah penggunaan internet sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan data.

Artificial Intelegence (AI)

Artificial intelegence atau biasanya disingka AI ini mempunyai konsep dimana komputer dapat melakukan tugasnya dan mengambil keputusan dengan benar dan tepat tanpa campur tangan manusia.

Keuntungan Industri 4.0

Setelah kita bersama-sama membahas tentang unsur-unsurnya, sekarang kita akan membahas keuntungan apa saja yang kamu dapatkan dari revolusi industri 4.0 ini. Langsung saja kita bahas.

Efisiensi dan Produktifitas Meningkat

Keuntungan pertama yang akan kamu dapat dari revolusi industri 4.0 adalah meningkatnya  efisiensi produktifitas pada proses produksimu. Kamu dapat memproduksi volume barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit dengan bantuan teknologi yang ada.

Biaya yang Lebih Murah

Penggunaan teknologi serta mesin otomatis dapat memotong biaya produksi cukup besar, seperti gaji karyawan, uang makan, dan lain sebagainya. Penggunaan Cyber Physical System memungkikan perusahaan manufaktur memproduksi barang dengan cepat dan aman dibandingkan dengan tenaga manusia. Hal ini membuat peranan manusia terhadap proses produksi semakin kecil. Apabila di era terdahulu membutuhkan 20 orang untuk memproduksi sebuah mobil, sekarang mungkin hanya membutuhkan 3 orang dengan bantuan robot industri.

Manajemen Resiko yang Lebih Baik

Manajemen resiko perusahaan manufaktur juga menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan dengan berkurangnya resiko seperti, human error yang dapat menghambat proses produksi. Penggunaan artificial intelligent adalah salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan dalam meminimalisir resiko yang dapat menghambat proses produksi.

Identifikasi dan Pemecahan Masalah yang Lebih Cepat

Keunggulan selanjutnya adalah dengan menggunakan teknologi dan informasi digital pada industri perusahaan dapat mengontrol dan mengelola data dan informasi secara aktual dan cepat. Dampaknya adalah perusahaan dapat secara cepat dan tepat mengatasi permasalahan yang terjadi, sehingga tidak menjadi masalah yang besar dan dapat menggangu operasi perusahaan.

Dampak Dari Revolusi Industri 4.0

Pada bagian ini kita akan sama-sama membahas apa dampak yang ditimbulkan dari terjadinya Revolusi Industri ini. Apa saja dampaknya, langsung saja kita bahas.

Dampak Sosial

Hal yang paling menonjol dari revolusi industri 4.0 adalah penggunaan teknologi dan mesin yang dapat menggantikan peran manusia dalam proses industri. Kegiatan ini dapat menyebabkan berkurangnya peranan atau campur tangan manusia dalam proses produksi. Hasilnya adalah berkurangnya lapangan pekerjaan dalam industri manufaktur.
Tidak hanya itu hal ini juga dapat menyebabkan sistem pendidikan sebelumnya tidak lagi menjadi relevan dalam dunia kerja.

Dampak Politik

Kedua adalah dampak politik, regulasi yang dapat menjadi penyeimbang diperlukan. Satu sisi industri 4.0 diperlukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan akan produk dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain penggunaan mesin menyebabkan tingginya angka pengangguran yang dapat berdampak pada iklim ekonomi secara keseluruhan.

Dampak Ekonomi

Ketiga adalah dampak ekonomi yang tejadi seperti perubahan terhadap bebrapa model bisnis sebelumnya, tingginya biaya yang diperlukan untuk sebuah perusahaan dalam mengimplementasikan industri 4.0. Selain itu penanaman modal berlebihan terhadap teknologi akan menghasilkan keuntungan ekonomi untuk perusahaan tersebut. Faktor seperti teknologi baru atau mesin baru dapat menyebabkan kerugian dari investasi teknologi sebelumnya.
Digitalisasi adalah salah satu faktor utama terjadinya revolusi industri 4.0. JojoExpense adalah salah satu contoh terobosan baru dalam mengelola pengeluaran perusahaan. Sistemnya dapat meberi perhitungan reimbursement secara otomatis, yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kamu dalam mengelola keuangan perusahaan. Selama kamu memegang smartphone dan memiliki jaringan internet kamu bisa memantau anggaran perusahaanmu dari mana saja. Dengan kemudahan yang diberikan jangan lupa untuk download aplikasi ini yah!

Selasa, 28 Januari 2020

Indonesia termasuk katagori negara Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berpandangan bahwa Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai sebuah negara industri. Pasalnya, sektor industri merupakan kontributor terbesar bagi perekonomian nasional dengan sumbangannya mencapai lebih dari 20 persen.
“Capaian 20 persen sangatlah besar, sehingga Indonesia masuk dalam jajaran elit dunia. Dalam kategori manufacturing value addedIndonesia masuk dalam 10 besar dunia. Peringkat ini sejajar dengan Brasil dan Inggris serta lebih besar dari Rusia,” kata Menperin ketika menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang ke-86 Periode IV Tahun 2017 di Malang, Sabtu (25/11).
Sementara itu, berdasarkan jumlah persentase tersebut, Indonesia masuk dalam jajaran lima besar negara-negara dunia yang kontribusi industrinya cukup tinggi. Sementara Inggris menyumbangkan sekitar 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen. “Bahkan, kita juga berada di atas Amerika Serikat,” imbuhnya.
Menurut Airlangga, dunia saat ini sudah memandang bahwa manufaktur adalah sektor yang vital bagi perekonomian. Hal ini telah disepakati dalam World Economic Forum, yang menyatakan bahwa industri adalah sebuah proses yang melibatkan pra-proses dan post-proses sebagai satu kesatuan. Dalam bahasa sederhanya, proses industri adalah yang terjadi di dalam dan luar pabrik.
“Keduanya tidak dapat dipisahkan. Maka dengan paradigma baru ini kontribusi industri Indonesia dapat mencapai lebih dari 30 persen. Tentu ini semakin menegaskan pentingnya industri bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan, kinerja industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2017. Ini merupakan momentum baik, yang harus dijaga bahkan perlu ditingkatkan lagi, seiring upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha. Langkah ini perlu dijalankan secara sinergi di antara pemangku kepentingan.
Meurujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri non-migas tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen pada triwulan III/2017. Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri logam dasar sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.
Menperin menambahkan, dalam kurun lima sampai 10 tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain. Untuk itu, kunci sukses dalam industrialisasi terdapat tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), modal atau investasi, dan teknologi.
Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi merupakan program prioritas pemerintah saat ini setelah pembangunan infrastruktur. Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri atau demand driven,” paparnya.
Oleh karenanya, Menperin mengimbau kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai generasi muda Indonesia, harus memacu kompetensinya dengan fasih berbahasa Inggris serta mampu memahami mengenai statistik dan coding. Ini menjadi salah satu prasyarat menghadapi era ekonomi digital.
Nilai bisnis industri e-commerce Indonesia mencapai USD12 miliar. Peluang ini yang perlu segera dimanfaatkan. Apalagi, saat ini dunia digital menjadi solusi bagi semua sektor, termasuk di industri kecil dan menengah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan acara ini, Menteri Airlangga diangkat menjadi Warga Kehormatan Universitas Muhammadiyah Malang. Pada angkatan ke-86 ini, Universitas Muhammadiyah Malang mewisuda sebanyak 1.406 lulusan yang terdiri dari tingkat Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.
Daya saing unggul
Selanjutnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing industri nasional agar mampu kompetitif di tingkat global. Untuk itu, berbagai kebijakan telah dikeluarkan guna memberikan kemudahan bagi para investor berusaha di Indonesia.
“Bapak Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan kepada saya bahwa kita harus meningkatkan daya saing industri Indonesia,” ujarnya. Apalagi, aktivitas industri membawa efek yang luas bagi ekonomi nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.
Menperin mengungkapkan, industri nasional saat ini memiliki posisi yang tidak bisa diremehkan, karena Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk unggulan yang telah mendunia. “Misalnya, produsen mi instan terbesar di dunia adalah perusahaan dari Indonesia, yaitu Indofood,” tuturnya.
Kemudian, mainan boneka merek Barbie yang sudah mendunia, mayoritas produksinya dari Indonesia. “Jadi, kalau enam dari 10 boneka yang beredar itu berasal dari Indonesia, karena saat ini kita adalah produsen Barbie terbesar di dunia atau telah mengungguli produksi China,” paparnya.
Di sektor otomotif, industri kendaraan di Indonesia juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Kemajuan industri otomotif nasional telah diapresiasi di seluruh dunia. “Contohnya mobil Calya dan Sigra itu dari mulai desain dan proses produksi, seluruhnya melibatkan putra-putri Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri yang mencapai 94 persen,” ungkapnya.
Dengan kemampuan tersebut, beberapa produsen besar dunia seperti Daihatsu dan Toyota telah menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi basis produksi industri utama mereka baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Lebih lanjut, di sektor industri Agro, Indonesia punya kekuatan yang cukup besar di industri kelapa sawit serta industri pulp dan kertas. Indonesia adalah produsen nomor satu di dunia untuk minyak kelapa sawit serta nomor enam untuk penghasil pulp dan kertas. “Oleh karena itu, ke depannya kami akan terus mendorong agar hilirisasi Industri di sektor ini dapat terus berjalan,” kata Airlangga.
Menperin menambahkan, daya saing industri logam dasar di Indonesia juga terus meningkat, salah satunya dibuktikan oleh kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Indonesia, yaitu Morowali, Sulawasi Tengah. Di kabupaten ini berdiri kawasan industri Morowali yang menjadi basis industri smelter nikel.
“Dengan alamnya yang kaya akan nikel, kami terus dorong Morowali untuk program hilirisasi industri pengolahan nikel,” ujarnya. Saat ini, kabupaten tersebut telah menjadi produsen stainless steel dengan kapasitas sebesar dua juta ton pada tahun ini dan diharapkan pada tahun mendatang dapat mencapai tiga juta ton.
SDM sebagai fondasi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, daya saing Indonesia membutuhkan fondasi yang kokoh pada sisi sumber daya manusia (SDM). Langkah ini menjadi salah satu fokus Presiden Joko Widodo, termasuk dalam upaya mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi nasional.
“Guna memacu kualitas SDM industri, Kementerian Perindustrian telah melaksanakan melalui dua program, yaitu link and match SMK dan industri serta pelatihan 3in1,” ucapnya. Model ini diadopsi dari penerapan dual system di Jerman dan Swiss.
Oleh karena itu, Menperin menilai peran perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung fondasi dalam penguatan daya saing Indonesia. “Karena perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing serta mampu menjawab tantangan global saat ini,” terangnya.
Selanjutnya, mengenai kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0, Menperin mengajak kepada seluruh pelaku industri dalam negeri agar memanfaatkan teknologi terkini untuk mendukung produksinya.
“Revolusi industri keempat adalah di mana internet menjadi bagian integral dari proses di industri,” jelasnya. Industry 4.0 ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia karena punya banyak potensi, antara lain jumlah pengguna internet dan telepon seluler, jumlah universitas, permintaan domestik, serta kontribusi manufaktur yang sangat besar.
“Revolusi industri keempat ini sangat erat kaitannya dengan otomatisasi. Saat ini, sudah mulai diterapkan di Indonesia khususnya di industri makanan dan minuman serta industri otomotif. Akan menyusul di industri semen dan permesinan,” paparnya.
Bahkan, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia juga telah bertransformasi untuk menghadapi era digital tersebut dengan bergabung ke program yang diinisiasi oleh Kemenperin, yaitu e-Smart IKM. “Program ini telah melibatkan lebih dari 1300 pengusaha dan kami targetkan akan mencapai 10.000 pengusaha pada tahun 2019,” ungkapnya.
Dengan upaya penyiapan tersebut, Menperin mendorong universitas di Indonesia termasuk Universitas Muhammadiyah Malang dapat menjadi pusat inovasi untuk mendukung sektor industri. “Kami merasa bangga dan mengapresiasi kepada Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang yang menjuarai kontes robot internasional dalam Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC),” ujar Airlangga. Prestasi ini diharapkan menjadi fondasi untuk membangun pusat inovasi robotik di Indonesia.

Berdasarkan pers yang dilakukan oleh Kementrian Perindustrian